Guangzhou: Ibu Kota Dunia untuk Pencinta Dim Sum
Guangzhou, yang secara historis dikenal sebagai Kanton, merupakan jantung dari provinsi Guangdong dan tempat kelahiran asli dari kuliner Kanton yang mendunia. Meskipun kekayaan kuliner kota ini sangat luas, kontribusi yang paling dirayakan adalah budaya Yum Cha—tradisi minum teh pagi yang berpusat pada penyajian Dim Sum. Di Guangzhou, dim sum bukan sekadar makanan; ia adalah ritual sosial, tradisi keluarga, dan seni kuliner canggih yang telah disempurnakan selama berabad-abad.
Filosofi Yum Cha
Memasuki tahun 2026, gaya hidup lokal masih berputar pada konsep «Tan Cha» (menikmati teh). Secara harfiah, istilah Dim Sum berarti «menyentuh hati», merujuk pada porsi kecil dan halus yang dirancang untuk menemani teh berkualitas tinggi. Pagi tradisional di Guangzhou sering kali dimulai di kedai teh yang ramai, di mana berbagai generasi berkumpul untuk berbincang di tengah kepulan uap dari klakat bambu.
Kedai Teh Legendaris dan Ikon Modern
Bagi mereka yang mencari pengalaman otentik, Guangzhou menawarkan spektrum pilihan bersantap, mulai dari institusi berusia seabad hingga restoran modern berbintang Michelin.
- Sang Tradisionalis: Tempat-tempat seperti Tao Tao Ju (didirikan pada 1880) dan Panxi Restaurant menawarkan sekilas pandang ke masa lalu. Panxi, yang terkenal dengan arsitektur taman yang luas dan pemandangan tepi danau, memberikan latar belakang yang tenang untuk mencicipi «Empat Raja» dim sum: Hakau (Udang), Siomay, Bakpao BBQ, dan Tart Telur.
- Favorit Lokal: Untuk suasana yang lebih kontemporer namun tetap sangat otentik, Dian Dou De adalah pilihan utama. Dikenal karena suasananya yang hidup dan menu andalan cheong fun beras merah, tempat ini tetap menjadi tujuan warga lokal yang menginginkan kualitas konsisten.
- Kelas Elit: Bagi pelancong yang mencari kemewahan, Jade River di White Swan Hotel menyajikan dim sum kelas Michelin di Pulau Shamian. Keahlian koki di sini mengubah bahan sederhana menjadi mahakarya seni yang dipadukan dengan teh langka.
Cita Rasa Khas
Ciri khas dim sum Guangzhou adalah kesegaran dan teksturnya. Har Gow (Hakau Udang) adalah ujian utama bagi kemahiran https://nashcafetogo.com/ seorang koki; kulitnya harus transparan dan kokoh, namun cukup tipis untuk lumer di mulut, membungkus udang yang segar dan kenyal. Menu wajib lainnya termasuk Cheong Fun (Mie Gulung Beras) yang disiram kecap manis dan Lau Sa Bao (Bakpao Telur Asin Meleleh) yang menawarkan keseimbangan sempurna antara rasa manis dan gurih.
Merencanakan Perjalanan Kuliner Anda
Untuk mendapatkan pengalaman terbaik di Guangzhou pada tahun 2026, disarankan untuk tiba di kedai teh populer sebelum pukul 09.00 pagi guna menghindari antrean panjang di akhir pekan. Baik Anda menjelajahi gang-gang bersejarah di Distrik Liwan atau gedung pencakar langit di Zhujiang New Town, Guangzhou tetap menjadi tempat ziarah bagi para pencinta makanan, membuktikan bahwa meskipun tren kuliner datang dan pergi, jantung masakan Kanton tetap abadi.
